si buta warna parsial yang sudah lulus kuliah



Selamat siang..
Cuaca yang cerah, hampir mendung di Purwokerto
Tidak terasa, sudah hampir 4 tahun aku merantau di kota satria ini. Dan tidak terasa aku pun menyudahi masa kuliah di sini. Sudah 5 hari aku dinyatakan lulus melalui yudisium di Fakultas peternakan unsoed. Lama studi saya 3 taun 8 bulan. alhamdulillah aku mendapat predikat IPK cumlaude atau dengan pujian. Sangat bersyukur karena selain bisa selesai  dengan target yang diharapkan juga mendapat hasil yang memuaskan. Semua itu kupersembahkan untuk kedua orang tua. 

Akhirnya bisa menyandang gelar sarjana (S.Pt). kini tinggal bagaimana selanjutnya? Apa langkah berikutnya? Bekerja kah? Atau lanjut studi? Diri ini tentunya sangat ingin untuk bekerja, memulai karir. Memulai kehidupan yang lebih mandiri. Memulai khidupan yang sebenernya yaitu di masyarakat. Orang tua juga pasti ingin melihat anaknya bisa mandiri, berkecukupan. Banyak teman yang menyarankan untuk lanjut kuliah saja, karena katanya sayang kalau tidak dilanjut dengan modal IPK segitu. Sebenernya memang ada keinginan untuk lanjut kuliah. Tapi itu nanti, aku ingin memulai bekerja. Meskipun untuk lanjut bisa melalui beasiswa tapi alangkah senangnya jika diri ini sudah mampu berpenghasilan. 

Kemudian, dengan gelarku, apa yg bisa kulakukan? Mau bekerja apa? Itu lah yang masih menjadi kendala. Memikirkan mau pekerjaan apa seperti menentukan nanti mau kuliah di jurusan apa. Memang, banyak yang bilang kerja di awal jadi apa aja gak masalah, kerja ga ada yg enak. Tapi apakah serta merta menutupi rasa knyamanan kita? Apakah memang harus seperti itu, semua harus dicoba entah suka atau tidak. Jujur, aku termasuk orang yang terlalu pemilih, kalau tidak suka ya tidak, dan banyak pertimbangan terlepas dari adanya kelebihanku ini “buta warna parsial”, ah terserah, bodo amat, nyatanya aku bisa sampai saat ini, menjadi seorang sarjana dengan mataku yang spesial ini. 

Untuk bagaimana nanti kriteria pekerjaan yang aku ingini mungkin tidak perlu dijelaskan disini, karena bagi orang lain yaa kurang penting juga, hehehe. Tapi jika ada kesempatan meski tidak sesuai, pasti akan kucoba. Selama memang tidak menganggu dan dirasa bisa, dan sesuai kemampuan. Hanya perlu bersabar. Baru lulus 5 hari saja pikiran udah kemana-mana, bingung, semoga gak stres (naudzubillah). Hehe. Yang penting tetap berdoa, ikhtiar, tawakal. Keberuntungan, rezeki tidak serta merta turun, tapi pasti selalu didahului usaha. Rezeki sudah disiapkan, tinggal bagaimana kita. 

Bagi kalian, para calon mahasiswa yang lolos SNMPTN, semoga jurusan kalian tepat, dan bagi kalian yang belum lolos, tetap berdoa, apalagi yang punya kelebihan Butawarna parsial, pilihlan jurusan yang sesuai dengan hati kalian, tidak begitu membebani, dan sekiranya kalian mampu nantinya. Tetap semangat !!!

Komentar