aku jadi mahasiswa part 2

Hari yang sangat panas di purwokerto. Walaupun bukan daerah pesisir dan berada di bawah kaki gunung slamet, kota ini terasa panas di siang hari. Tepat tanggal 2 september 2013 aku memulai kegiatan perkuliahan.  Rasanya sih biasa aja, --. Mandi makan lalu berangkat ke fakultas yang hanya berjarak tidak lebih dari 200 meter dari kos. Ku lihat suasana jalan kampus yang mulai ramai oleh mahasiswa baik yang baru maupun lama.

Purwokerto…. Daerah yang tidak pernah aku bayangkan akan menjadi tempat perantauan kuliahku. Karena ketika SMA aku berharap kuliah di Yogyakarta, bahkan sebelumnya aku ingin merantu di daerah ibu kota namun tidak diijinkan oleh orang tua –‘ . memang tidak buruk kuliah disini, hanya perlu mengenal lebih dalam supaya betah nyaman berada di ibukota Kabupaten Banyumas ini.

Lantas, kenapa aku memilih purwokerto saat ujian masuk perguruan tinggi kemaren?

Pasca pengumuman snmptn undangan, aku sangat down saat itu. Entah apa yang harus kulakukan, hati dipenuhi rasa kecewa. Aku terlalu menggantungkan harapan pada snmptn undangan. Siapa saja pasti ingin lolos lewat jalur tersebut daripada harus mengikuti ujian tulis yang soalnya begita cetar membahana badai! -_- aku bingung akan memilih apa lagi dan kemana. Orang tuaku menyarankan agar aku mengambil pendidikan saja, tapi lagi-lagi aku menolak – karena aku tidak ada minat menjadi guru. Entah kenapa orang tua ingin sekali jika aku jadi PNS, padahal dalam pikiranku saat itu aku ingin menjadi pengusaha membuka sebuah usaha bidang produksi. Itulah alasan kenapa dulu aku mengambil jurusan agribisnis ketika snmptn undangan, dan mungkin karena pilihan ptn aku terlalu tinggi dan ternyata passing grade nya juga tinggi, aku tidak lolos. tapi memang bukan rezeki :) 

Setelah itu aku buka web SBMPTN (ujian tulis) untuk melihat program studi di tiap perguruan tinggi. Jujur, sebenarnya aku tidak ada target atau cita-cita khusus untuk memilih suatu jurusan –“ yang aku pikir saat itu semua jurusan itu sama. Belajar dari pengalaman, aku mencari program studi yang kira-kira pasing gradenya tidak terlalu tinggi, daya tampungnya banyak, peminatnya sedikit, dan tentu saja aku mampu dalam menjalaninya. Ku lihat satu-persatu. Banyak sekali jurusan tapi daya tampungnya semakin sedikit, ya karena memang separohnya sudah untuk jalur undangan –‘ . ku cari terusss.. dan akhirnya aku menemukan suatu program yang sepertinya tidak terbesit di pikiran yaitu PETERNAKAN.

Waktu itu peternakan memiliki daya tampung yg masih cukup banyak, dan passing gradenya pun tidak tinggi. Dan kuputuskan untuk memilih peternakan UGM, peternakan UNSOED, dan pilihan ketiga yaitu PENDIDIKAN Kewarganegaraan UNNES (untuk nglegani orang tua) . sebenarnya masih ada satu hal yang mendasariku memilih jurusan tersebut, namun aku belum bisa menceritakan untuk saat ini . hal tersebut yang membuatku bingung, membuatku seperti terjebak, tidak bisa bergerak kemanapun aku mau . aku khawatir hal tersebut akan mengganggu kuliahku  .

Kembali lagi ke topik, aku mengamati mata kuliah peternakan S1 unsoed, dan aku yakin aku pasti bisa. Peternakan memang masih kurang diminati karena anggapan orang peternakan hanya mengurusi kandang dan isinya, jadi peternak tidak harus kuliah peternakan.  Tapi jika mau dipelajari secara mendalam, peternakan itu tidak semudah apa yang dikira, ilmunya pun kompleks dari matematika, fisika, kimia dan tentunya biologi. Lulusan sarjana peternakan pun sebenarnya masih banyak dicari dan lapangan pekerjaannya pun masih luas. Di fakultas peternakan unsoed saja sudah banyak open recruitment oleh perusahaan baik dari bidang ternak maupun produksi pangan. Di luar itu, yang terpenting niat kita dalam menjalani kuliah, menimba ilmu yang kelak akan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kuliahku di S1 Peternakan UNSOED ini lancar. Sukses untuk kita semua… MAJU TERUS PANTANG MENYERAH !
Bersambung…..
 

Komentar